Pilkada 2018 Jadi Momen Panen Raya KPK Untuk Tangkap Koruptor

Porindo.com – Semakin hari kinerja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menghadapi para koruptor semakin membuahkan hasil yang memuaskan, Apa lagi pada momen Pilkada 2018 seperti sekarang.

Bahkan beberapa pengamat politik menyebut bahwa tahun ini menjadi Momen Panen Raya KPK untuk menghabisi para koruptor yang menghalalkan berbagai cara untuk merebut kursi kekuasaan sebagai Kepala Daerah.

Sebagai ilustrasi saat ini KPK seperti Petani yang sedang memasuki musim panen, Tetapi untuk mendapatkan produk yang berkualitas pastinya petani harus menghabisi hama-hama yang sering kali mengganggu hasil pertanian. – Berita Politik Terbaru

Ilustrasi hama yang dimaksud adalah Partai Politik yang menanam kader-kader di tingkat daerah-daerah, Namun terkadang Parpol tersebut sengaja memposisikan orang yang tidak berkualitas baik alias busuk.

Pada akhirnya Petani yang diibaratkan KPK harus berbuat sesuatu untuk mencegah hama-hama yang akan merusak tanaman melalui tindakan memerhatikan suplai obat-obatan yang memadai untuk tanamannya dan mengusir hama-hama yang mengganggu itu.

Sehingga nantinya sayuran atau buah yang tidak berkualitas akan di pisahkan dari hasil pertanian yang berkualitas. Ilustrasi mengusir hama dan memilih produk yang tidak berkualitas ibaranya adalah Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada sejumlah parpol yang melakukan cara kotor seperti korupsi.

Baca Juga : Gaji PNS Naik Fantastis Datangkan Banyak kritik Dari Masyarakat

Walaupun kader dari Parpol sudah terdaftar menjadi Calon Kepala Daerah, Tetapi tidak ada yang bisa menghalangi Momen Panen Raya KPK untuk membersihkan Parpol dan calon yang memiliki akal busuk untuk memenangkan Pilkada.

Meski pun publik tahu, OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK ini bukan hal baru. Pada periode-periode sebelumnya juga lembaga yang dianggap super body itu pun mendapat “predikat” lembaga hukum yang hanya mengandalkan OTT. Tetapi tangkap sana-tangkap sini, sita sana, sita sini oleh KPK ini apakah murni untuk menegakkan hukum?

Bila itu benar adanya, Maka itu dilakukan tidak kisruh menjelang Pilkada saja? Apa yang dihasilkan dari Operasi KPK tangkap sana dan tangkap sini itu?

Apakah melalui OTT ini memberikan dampak positif bagi calon kepala daerah atau malah hanya penyuguhan kabar tangkap sana, tangkap sini, sita sana, sita sini saja. Sayangnya kabar itu nyaris tanpa makna dan sering dijadikan ajang pencitraan lembaga tersebut.

Keberadaan dan gigi tajamnya KPK itu, sebenarnya bukan untuk melumat habis sayuran atau buah menjelang tahun politik ini. Karena, bisa dibilang kisruh Panen Raya KPK di tahun politik ini merupakan pesanan. Jangan karena dalih penegakan hukum, Kemudian KPK malah membuat kegaduhan ditahun politik ini.

Memang banyaknya calon kepala daerah yang tertangkap tangan melakukan korupsi tidak terlepas dari tanggung jawab Parpol yang mengusungnya. Bisa juga calon kepala daerah yang menjadi sumber Panen Raya KPK, Bukan karena kesalahan Parpol sepenuhnya.

Tetapi akibat lemahnya pengawasan di daerah. Fungsi inspektorat yang berada di bawah kendali kepala daerah justru tidak maksimal.

Selain itu faktor tingginya ongkos politik dalam Pilkada serentak ini, Ikut merangsang kepala daerah melakukan penggalangan dana yang kadang kala berurusan dengan hukum. Apalagi nyatanya dana bantuan Parpol tidak bisa digunakan untuk Pemilu.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.